Monday - Friday ( 8.00 - 17.00 )

  • Call Now
  • +62 361 425 333

STAY HEALTHY WITH

BLOG

PERAMOI merupakan organisasi Perhimpunan Bedah Ekstremitas Atas dan Mikro Rekonstruksi Indonesia yang tidak asing lagi di kalangan medis, terutama ahli bedah orthopedi. Anggotanya terdiri dari dokter spesialis orthopedi yang menekuni sub spesialisasi dibidang Bedah Ekstremitas Atas dan Mikro Rekonstruksi.

Apakah itu Paronikia?

Paronikia merupakan infeksi kulit di sekitar kuku tangan atau kaki. Paronikia dapat terjadi akut maupun kronis. Penyakit yang disebut juga “cantengan” ini paling sering disebabkan oleh infeksi, baik karena bakteri maupun jamur. .

<p>Kapan kita ke rumah sakit saat mengalami keluhan di bidang Orthopedi di masa Pandemi Covid-19 ini?</p>

<p>Masa pandemi Corona sudah berlangsung sejak tahun 2019 dan sampai saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan. Dari data yang dihimpun dari WHO sampai bulan September 2020 sudah tercatat ada 30.055.710 kasus terkonfirmasi dengan jumlah kematian mencapai 943.433 jiwa yang meliputi penyebaran pada 216 negara di seluruh dunia.</p>

<hr id="system-readmore" />

<p>Masa pandemi Corona sudah berlangsung sejak tahun 2019 dan sampai saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan. Dari data yang dihimpun dari WHO sampai bulan September 2020 sudah tercatat ada 30.055.710 kasus terkonfirmasi dengan jumlah kematian mencapai 943.433 jiwa yang meliputi penyebaran pada 216 negara di seluruh dunia. Sedangkan di negara kita Indonesia, angka penderita yang terinfeksi corona virus sudah mencapai angka 236.519 orang dan jumlah korban meninggal sebesar 9.336 orang. Dari paparan data tersebut kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa pandemi ini bersifat luas dan berbahaya, sehingga sepatutnya kita untuk waspada serta mengetahui protokol yang dapat kita gunakan dalam melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari.</p>

<p>Penyebaran virus corona tidak mengenal jenis kelamin, usia, suku bangsa maupun status sosial dan juga tidak memandang apakah seseorang sedang sehat ataukah sedang sakit dan membutuhkan pengobatan, sehingga perlu dipahami jika setiap dari kita rentan dan berisiko untuk tertular virus ini. Sayangnya, dengan risiko tertular oleh virus corona, pasien yang memiliki keluhan atau gangguan akibat penyakit lain menjadi tidak dapat dengan leluasa untuk mendapat pengobatan seperti pada masa sebelum pandemi corona. Pasien yang dapat ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan umumnya dikhususkan pada pasien yang mengalami kondisi gawat dan darurat (emergensi). Sangat disarankan bagi masyarakat yang mengalami keluhan namun tidak digolongkan sebagai kondisi gawat untuk tidak atau menunda kedatangan ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik maupun praktek dokter umum atau spesialis.</p>

<p>Pada bidang Orthopaedi dan Traumatologi terdapat beberapa penyakit atau gangguan yang dikategorikan sebagai kondisi yang perlu segera mendapatkan pengobatan. Kasus yang dikategorikan sebagai kasus emergensi di bidang Orthopaedi dan Traumatologi mencakup:</p>

<ol>

<li>Dugaan patah tulang dengan atau tanpa luka terbuka.</li>

<li>Trauma tulang belakang dengan kelemahan dan gangguan BAB atau BAK</li>

<li>Infeksi tulang atau sendi dengan gejala kemerahan, bengkak dan disertai demam</li>

<li>Nyeri hebat pada otot atau tulang yang tidak membaik dengan obat pereda nyeri</li>

<li>Bagi pasien pasca tindakan operasi sebaiknya menghubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu sebelum melakukan kontrol.</li>

<li>Dislokasi sendi</li>

</ol>

<p>Diluar kasus-kasus di atas, sangat dianjurkan sebelum menuju tempat fasilitas Kesehatan agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter via online atau fasilitas yang menyediakan pelayanan online.</p>

<p><img class="percent-30 float-left" src="/images/blog/Panduan_pelayanan_masa_pandemi.jpg" /></p>

<p>Demikian ulasan singkat untuk masyarakat mengenai tata cara berobat ke dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi di era pandemic COVID-19. Jangan lupa tetap jaga Kesehatan dan patuhi protokol Kesehatan setempat, rajin cuci tangan, dan selalu gunakan masker saat bepergian.</p>

PARTISIPASI PERAMOI DALAM ACARA 12TH ASIAN PACIFIC FEDERATION OF SOCIETIES FOR SURGERY OF THE HAND (APFSSH) AND THE 8TH ASIAN PACIFIC FEDERATION OF SOCIETIES OF HAND THERAPISTS (APFSHT)

MELBOURNE, 11-14 MARET 2020

Di awal tahun 2020, PERAMOI (Indonesian Orthopaedic Association For Upper Limb & Reconstructive Microsurgery) berpartisipasi dalam 12th APFSSH dan 8th APFSHT yang berlangsung di Melbourne, Australia dari tanggal 11-14 Maret 2020.