Data Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) menyebutkan 259 orang meninggal dunia, 1.033 luka berat dan 270.168 warga mengungsi. Di Nusa Tenggara Barat berasal dari Kabupaten Lombok Utara 212 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 6 orang, dan Lombok Timur 11 orang. Menurut gubernur terpilih NTB Zulkieflimansyah, warga meninggal mencapai 381 orang, dan luka-luka 1033 orang. Kerugian rumah mencapai 22.721 unit yang rusak. Sejumlah data lain disodorkan pihak yang berbeda-beda. TNI menyebut data yang senada denganZulkieflimansyah, yakni 381 orang meninggal. Kabupaten Lombok Utara dan BPBD setempat mencatat korban mencapai 347, Basarnas menyatakan korban jatuh adalah 226 orang.
Dalam musibah nasional ini, PABOI bertindak sigap dengan langsung berangkat dan bekerja pada hari 0 kejadian melakukan penanganan secara komprehensif mulai dari penanganan kegawatdaruratan, tindakan operatif maupun nonoperatif, visite pasien ruangan, hingga konsolidasi data serta distribusi logistik keperluan pasien.

PABOI menyalurkan bantuan ke rumah sakit secara adil dan merata, mulai Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) NTB, RS Kota Mataram, RS Universitas Mataram, RS Patut Patuh Patju, RS Lapangan Lombok Utara, RS Tanjung, hingga ke rumah sakit terapung seperti KRI Soeharso dan RS Terapung Satria Airlangga. Untuk mencapai hal ini tentulah tidak mudah dan dibutuhkan komunikasi dan kerjasama yang erat dengan berbagai organisasi profesi yang lain.Sebagai organisasi profesi yang mungkin dapat dikatakan paling dibutuhkan di situasi musibah seperti ini, PABOI disupervisi secara langsung oleh ketua umum PABOI, Prof. Dr. Zairin Noor, dr., Sp.OT(K-Spine), MM. beserta bendahara PABOI, Dr. Lia Marliana, Sp.OT, M.Kes.

Bekerjasama dengan Yayasan Orthopaedi Indonesia (YOI) yang diketuai oleh Dr. Made Bramantya Karna, Sp.OT(K), PABOI berhasil mengumpulkan dana untuk seluruh kegiatan penanggulangan bencana di Lombok ini, yang mencakup seluruh aspek mulai dari pakaian, alat rawat luka, obat, alat kesehatan, implan, crutches, instrumen, bahan medis habis pakai, akomodasi, transportasi, hingga konsumsi. Perusahaan besar seperti PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pun turut membantu tersedianya beberapa keperluan seperti basic implant set, kruk, korset, kursi roda, set rawat luka, plat kecil dan besar, serta mini implant yang nilai totalnya mencapai ratusan juta rupiah.

Case Report