Hematoma subungual adalah kondisi terkumpulnya darah di antara lempeng dan bantalan kuku. Darah yang terkumpul tersebut menyebabkan nyeri dan perubahan warna pada kuku. Penyakit ini umumnya disebabkan cedera akibat pukulan keras atau trauma minimal yang berulang.

Jika gejala yang tampak dan dikeluhkan oleh pasien mengarah ke hematoma subungial, dokter dapat melanjutkan ke pemeriksaan fisik terutama pada area lokasi hematoma. Yang pertama, dokter akan memeriksa pergerakan dan perabaan dari sendi buku-buku jari. Fungsi pergerakan dan perabaan jari yang cedera juga dapat dibandingkan dengan sisi yang sehat. Kondisi sirkulasi darah dapat juga akan dinilai oleh dokter dengan menekan ujung jari yang mengalami hematoma. Pada anak-anak pemeriksaan fisik ini bisa dilakukan dengan melakukan pembiusan terlebih dahulu. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah rontgen 3 posisi. Pemeriksaan diatas diperlukan untuk menentukan apakah terdapat komplikasi lain dari cedera yang dialami, seperti gangguan pergerakan, perabaan, sirkulasi darah maupun patah tulang jari yang menyertai.

Manajemen hematoma subungual bisa dilakukan dengan konservatif, trepinasi, pencabutan kuku, maupun tindakan operasi pada bantalan kuku. Hematoma subungual dengan ukuran kurang dari 25% kuku yang tidak terasa nyeri dapat ditatalaksana secara konservatif karena dapat diserap dengan sendirinya. Trepinasi direkomendasikan pada hematoma subungual akut yang terjadi kurang dari 48 jam pada ukuran apapun. Trepinasi adalah tindakan mengevakuasi darah dengan membuat sebuah lubang kecil dari atas kuku. Trepinasi bisa dilakukan dengan berbagai teknik, seperti kauter elektrik, jarum 18G, maupun klip kertas. Trepinasi dilakukan secara hati-hati agar tidak melukai bantalan kuku. Setelah dilakukan trepinasi, bagian yang luka perlu ditutup dengan kasa steril dan pasien diinstruksikan untuk menjaga area tersebut tetap bersih dan kering.

Pada situasi tertentu pasien dapat memiliki hasil akhir yang lebih baik dengan pencabutan kuku atau pembedahan dibandingkan dengan trepinasi. Seperti pada kasus hematoma subungual yang disertai cabutan pada kuku, sobekan yang dalam pada bantalan kuku, fraktur jari tangan yang mengalami pergeseran. Pada dasarnya hematoma subungual tidak berbahaya namun cukup memberikan gangguan dalam beraktivitas sehari-hari. Segera periksakan diri anda ke dokter untuk mengetahui diagnosa dan tatalaksana yang tepat. Kami harap anda senantiasa sehat selalu.