Apa itu Patah Tulang Selangka? Kenapa kita perlu tahu?

Patah tulang pada selangka sering terjadi terutama pada orang dewasa. Diperkirakan mencapai 35% dari seluruh cedera pada bahu. Patah tulang yang paling sering terjadi pada tulang selangka adalah pada bagian tengah sebanyak 69 - 82%. Pada umumnya, patah tulang selangka terjadi karena suatu mekanisme cedera dimana pada saat terjatuh, posisi bahu sebagai tumpuan atau posisi tangan dalam keadaan lurus sebagai tumpuan untuk menahan badan.

Bagaimana mengenali PatahTulang Selangka?

Nyeri merupakan gejala umum pada patah tulang selangka disertai dengan sulit menggerakkan lengan. Kemudian, Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik bertahap. Pertama inspeksi atau penampakan bahu pasien, apakah ada pembengkakan, kemerahan, luka terbuka, adanya tonjolan tulang atau tidak. Kedua yaitu perabaan atau penekanan ini dilakukan secara perlahan pada daerah sekitar patah tulang untuk mengetahui sampai mana batas nyeri dan merasakan denyut pada dasar leher. Ketiga pergerakan dengan menilai seberapa jauh pergerakan lengan dan bahu yang bias dilakukan oleh pasien dengan melakukan pergerakan aktif dan pasif. Setelah kita melakukan penilaian awal, selanjutnya dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu dengan sinar X.

Penanganan awal apa yang biasa dilakukan pada Patah Tulang Selangka?

Penanganan awal yang biasa dilakukan berupa penanganan tanpa operasi dengan memberikan obat-obatan yang mengurangi nyeri, menopang tangan, edukasi tidak menggerakkan lengan dan pemasangan penyangga lengan sementara, kemudian segera konsultasikan dengan dokter spesialis orthopedi (tulang) terdekat.

Kapan perlu mengunjungi dokter Orthopaedi?

Segera setelah terjadinya patah tulang atau setelah mendapatkan penanganan awal diharapkan berkonsultasi dengan dokter orthopaedi untuk menentukan penanganan atau terapi selanjutnya, dimana dokter orthopaedi akan melakukan pemasangan penyangga lengan sementara, dan kemudian akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui perkembangan kondisi dari patah tulang dan untuk menghindari kemungkinan komplikasi yang timbul. Jika tidak dilakukannya pemantauan oleh dokter orthopedi, resiko terjadinyakomplikasi yang timbul akan meningkat, yaitu tidak menyatunya tulang selangka, menyatu dengan tidak pada posisi seharusnya atau normalnya, dan kekakuan yang mungkin terjadi pada bahu.