Di awaltahun 2020, PERAMOI (Indonesian Orthopaedic Association For Upper Limb & Reconstructive Microsurgery) berpartisipasi dalam 12th APFSSH dan 8th APFSHT yang berlangsung di Melbourne, Australia dari tanggal 11-14 Maret 2020. Ajang ilmiah bergengsi di tahun 2020 ini bertempat di Melbourne Convention and Exhibition Centre, yang terletak di tepian sungai Yarra. Bangunan yang mendapat apresiasi internasional dalam bentuk 6 Star Green Star Environmental Rating oleh Green Building Council of Australia tersebut dipadati oleh para Ahli Bedah Tangan dari seluruh dunia. Turut hadir dalam acara ini adalah Ketua PERAMOI, Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K), yang membawakan presentasi ilmiah berjudul “Reconstruction of Sciatic Nerve Defect of Wistar Rat Using A Combination of Amnion Tube and Stem Cell Improved Motoric Function and Nerve Regeneration”.

Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K) mewakili Peramoi dalam acara 12th APFSSH dan 8th APFSHT, Melbourne, 11-14 Maret 2020

Presentasi ini disambut hangat oleh Panelis yang terdiriatas para Ahli Ortopedi di bidang Hand and Microsurgery dan diharapkan menjadi salah satu stimulus berkembangnya penelitian di bidang cedera saraf tepi. Takhanyaitu, penelitian ini berdaya ungkit besar terutama sebagai salah satu komitmen dari praktisi medis di Indonesia untuk megembangkan bank jaringan, terutama di RSUP Sanglah, Denpasar.

Selain membawakan presentasinya, Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K) selaku ketua PERAMOI juga hadir sebagai undangan dalam Business Meeting di acara tersebut. Delegasi PERAMOI kian diperkuat oleh para ahli bedah tangan dari Indonesia: Dr. dr. HeriSuroto, SpOT(K), dr. WidyaArsaSpOT(K), dan juga dr. Tito Sumarwoto, SpOT(K).

Delegasi PERAMOI bersamaPresiden APFSSH, Prof. S. Raja Sabapathy, MS, M.Ch, DNB, FRCS(Ed), MAMS dari India

Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K) bersama para Ahli Hand and Microsurgery dari seluruh belahan dunia