Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K), yang akrab disapa sebagai dr. Bramoleh kolega dan murid-muridnya merupakan dokter Spesialis Orthopaedi lulusan Universitas Airlangga dan mengkhususkan diri sebagai Konsultan di bidang Hand and Microsurgery. Totalitasnya untuk mengembangkan keilmuan di bidang tersebut kemudian menghasilkan Disertasi bertajuk”Rekonstruksi Defek Saraf Ischiadicus Tikus (Wistar) Dengan Kombinasi Tabung Amnion Dan Sel Punca Memperbaiki Fungsi Motorik Dan Regenerasi Saraf Melalui Peningkatan Ekspresi Neuregulin-1”.Sidang Terbuka ini diketuai oleh Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B, Sp.OT (K), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dandipromotori oleh Prof. Dr. dr. I Ketut Siki Kawiyana, Sp.B, Sp.OT (K). Promosi Doktor dari dr. Bram yang juga merupakan Ketua PERAMOI (Indonesian Orthopaedic Association For Upper Limb & Reconstructive Microsurgery) ini dihadiri oleh ratusan guru dan sejawat orthopaedi dari seluruh Indonesia. Bahkan, Prof. William J. Cumming, MBBS (Hons), FRACS, FAOrthA, seorang hand surgeon dari Sidney – Australia yang merupakan guru dan mentor beliau turut hadir memberikan dukungan dalam acara sidang terbuka ini.

Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K) didampingi oleh istri tercinta dan Prof. William J. Cumming, MBBS (Hons), FRACS, FAOrthA

Cedera saraf tepi merupakan kondisi medis yang serius karena mengakibatkan kehilangan atau menurunnya fungsi tungkai serta kecacatan seumur hidup pada penderita usia produktif. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk kepentingan masyrakat luas karena membuktikan bahwa tabung amnion dengan berbagai sifat biologisnya mampu menjadi conduit yang efektif untuk regenerasi saraf tepi, sebagaimana ditunjukkan dengan peningkatan kadar neuregulin, luas penampang saraf dan perbaikan fungsi saraf yang cedera. Dibuktikan pula pada penelitian ini bahwa sel punca yang berasal dari sumsum tulang mampu berdiferensiasi menjadi sel Schwann, yang ditunjukkan dengan tingginya kadar neuregulin-1 sebagai parameter dari populasi dan aktivitas sel Schwann, yang berdampak pada efektivitas regenerasi saraf yang cedera dan perbaikan fungsinya.

Dukungan dan sambutan meriah bagi Promosi Doktor Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K) oleh Kolega Nasional dan Internasional.

Agar dapat diterapkan pada manusia, terdapat serangkaian proses yang harus dilewati sebuah produk kesehatan mulai dari penemuan, pembuatan prototype, percobaan preklinis, percobaan klinis, hingga produk dapat diaplikasikan pada kepentingan orang banyak. Di akhir Sidang, disimpulkan bahwa penelitian ini diharapkan dapat menjadi awal dari upaya pengembangan bank jaringan di RSUP Sanglah Denpasar, sehingga dapat berperan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K) Bersama dengan Promotor, Prof. Dr. dr. I Ketut Siki Kawiyana, Sp.B, Sp.OT (K)

Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K) didampingi Keluarga