Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia, atau yang biasa disebut PABOI, telah berdiri sejak 46 tahun lalu dan memiliki beberapa organisasi keseminatan dalam bidang khusus orthopaedi yang juga terdiri dari para dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi. Organisasi ini menjadi tempat atau wadah untuk para dokter spesialis orthopeadi mengembangkan ilmu dan pendidikannya sesuai dengan minatnya masing-masing. Sampai saat ini terdapat 11 organisasi keseminatan yang berada dibawah PABOI, salah satu diantaranya adalah PERAMOI.

PERAMOI, yang memiliki kepanjangan Perkumpulan Spesialis Bedah Anggota Gerak Atas dan Mikrorekonstruksi Indonesia atau sering disebut Indonesian Orthopaedic Association For Upper Limb & Reconstructive Microsurgery,merupakan suatu perkumpulan yang mewadahi dokter-dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi yang memiliki minat di bidang ekstremitas bagian atas dan pembedahan mikro rekonstruktif. Perkumpulan yang diprakarsai oleh Prof. Dr. dr. DjokoRoeshadi, SpB., SpOT(K) (alm), dr. Satrio, SpB., SpBO (alm), dr. LukmanShebubakar, SpOT(K) (alm), dr. Syaiful Anwar Hadi, SpOT(K) (alm),Dr. dr. RizalChaidir, SpOT (K), dr. Erwin Ramawan, SpOT (K), Dr.dr. HeriSuroto, SpOT (K) dan dr. NuckiNursyamsi, SpOT (K) ini resmi berdiri sejak tanggal 26 Oktober 2014 di Bandung.Saat ini, anggota PERAMOI sudah berjumlah 40 orang dokter bedah tangan yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia dengan keahlian masing di bidang shoulder, elbow, wrist dan hand.Pada awal dibentuk, PERAMOI diketuai dr. Erwin Ramawan, kemudian dilanjutkan dr Lukman Sjebubakar.

Ibu Kota Jakarta menjadi tuan rumah Kongres Nasional PABOI ke 21. Acara besar tahunan yang di helat tanggal20-23 November 2019 ini bertempat di hotel ShangRi-La Jakarta. Dalam kongresnasional ini, PERAMOI juga ikut menggelar musyarawah internal untuk memilih susunan kepengurusan yang baru. Musyawarah yang dilangsungkan di hari ke -3 KONAS. Dari hasil musyawarah tersebut Dr. dr. Made Bramantya Karna, SpOT(K) terpilih dan dilantik menjadi Presiden PERAMOI yang ke 3,menggantikan drdr. LukmanShebubakar, SpOT(K). Dokter spesialis orthopaedi lulusan Universitas Airlangga dan mendapat gelar Doktor dari Universitas Udayana tersebut diberikan tugas dan tanggung jawab mengepalai perkumpulan ini untuk periode 2019- 2022. dr. Bram, sapaan hangat beliau, akan dibantu oleh dr. WidyaArsa, SpOT(K) sebagai wakilnya, dr. Thomas Erwin C. J. Huwae, SpOT(K)sebagai sekretaris dan dr. Tito Sumarwoto, M.Kes, SpOT(K) sebagai bendahara, serta hand surgeon lainnya yang tergabung dalam organisasi ini.

Sesuai dengan visi dan misi PERAMOI, dr. Bram akan maju melanjutkan tugas para pendahulunya untuk dapat mengembangkan ilmu orthopaedi dan traumatology khususnya di bidang ekstremitas atas dan mikrorekonstruksi, meningkatkan kesejahteraan anggota dan kesehatan masyarakat dengan membantu pemerintah dalam pelaksanaan program- programnya serta mengamalkan sumpah dokter dan menjunjung tinggi kode etik kedokteran Indonesia dalam memelihara solidaritas antara dokter orthopedi dan sejawat lainnya. Adanya pandemi virus corona tidak menyurutkan semangat beliau dan hand surgeon lainnya untuk tetap memberikan dan mengembangkan ilmu. Meskipun tidak dapat melangsungkan acara pertemuan, seminar maupun workshop secara langsung, dr. Bram dan anggota PERAMOI aktif turut serta menyelenggarakan webinar bersama PABOI, seperti yang telah dilangsungkan pada tanggal 4Juni 2020 mengenai shoulder stiffness dan wound coverage.