Pada tangan kanan pasien tampak luka parut tanpa tanda infeksi, namun jari kelingking tidak mampu melakukan fleksi (menekuk) pada sendi distal dan proksimal inter phalang. Selanjutnya dari pemeriksaan Ultrasonografi, didapatkan bahwa tendon yang menuju ke jari kelingking tangan kiri terputus. Oleh karena itu, direncanakan tindakan operatif untuk memperbaiki tendon yang terputus.

Pada pasien ini kemudian direncanakan untuk dilakukan operasi dalam 2 tahap. Tahap pertama berupa eksplorasi untuk mengidentifikasi tendon yang terputus, memperbaiki ligament yang memegang tendon tersebut, serta membuat terowongan (pulley) sebagai langkah persiapan untuk tahap kedua. Pada tahap kedua, direncakan untuk mengambil tendon dari area lain di tubuh dan menggunakannya untuk menyambung kedua potongan tendon yang terputus.

Gambar 1. Tampilan jari kelingking tangan kiri yang sulit untuk ditekuk dan jaringan parut paska operasi sebelumnya.

Tendon merupakan jaringan ikat dengan bentuk yang khas, padat, berwarna putih hampir bening, tidak elastis, dan terdiri atas sel-sel yang berselang-seling dengan jarang serta pembuluh darah. Cedera pada struktur tendon fleksordi tangan sering terjadi terutama pada pria berusia produktif. Tendon fleksor pada tangan sendiri merupakan bagian penting dari mekanisme pergerakan jari dan pergelangan tangan. Oleh karena itu, cedera pada tendon, baik berupa terputusnya tendon secara parsial maupun total dapat mengganggu fungsi dari tangan.

Prinsip penanganan cedera tendon adalah penyambungan dan imobilisasi sementara, kemudian dilanjutkan dengan fisioterapi bertahap. Pada kasus yang terlambat ditangani (neglected) penanganannya menjadi lebih sulit, sehingga harus dilakukan dalam dua tahap.

Gambar 2. Rehabilitasi tendon fleksor tangan dengan menggunakan metode Kleinert. Metode Kleinert menggunakan karet gelang sehingga secara pasif jari dalam kondisi flexi dan dapat diekstensikan secara aktif.

Case Report