Pada seminar Continuing Orthopaedic Education ke-67 di Solo bulan April 2019 lalu, dr. Made Bramantya Karna, Sp.OT (K) mendapat kesempatan untuk menjadi pembicara membawakan sebuah topik mengenai “Acromioclavicular Joint Disruption”, yang akan dibahas kembali secara sekilas pada kesempatan ini.

Lebih lanjut, dr. Made Bramantya Karna, Sp.OT (K) juga menyatakan bahwa cedera sendi AC biasanya disebabkan oleh peristiwa traumatis tiba-tiba seperti jatuh dari ketinggian ke lengan terentang, atau dari kontak keras langsung ke bahu, seperti pada atlit rugby yg sedang melakukan tackle kepada lawannya. Penyebab umum lainnya adalah akibat terlempar melewati atas setang sepeda.

Gejala-gejala cedera sendi AC meliputi rasa sakit luar biasa di atas bahu, pembengkakan, kemerahan dan memar, dan rasa sakit pada gerakan bahu. Bila gejala-gejala ini dijumpai pada orang-orang di sekitar anda, maka ada baiknya diwaspadai dan segera diperiksakan ke dokter spesialis Orthopaedi guna dicari penyebab pastinya. Perawatan untuk cedera sendi AC pada langkah awal adalah mengistirahat sendi AC dan juga menggunakan alat bantu untuk menyangga sendi bahu, aplikasi kompres dingin, dan obat anti peradangan untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.Pada cedera ringan dapat ditangani secara konservatif tetapi cedera yang lebih parah mungkin memerlukan suatu tindakan pembedahan.Oleh karena itu penting untuk berkonsultasi dengan ahli bedah orthopaedi ketika diagnosis dibuat untuk menilai cedera. “Mereka yang ingin kembali berolahraga seperti sebelum mengalami cedera sendi AC harus berkonsultasi terlebihdahulu dengan ahli bedah orthopaedi,” ujar dr. Made Bramantya Karna, Sp.OT (K) menutup lecture-nya saat acara seminar COE lalu.

Case Report