Frozen shoulder, atau dalam istilah kedokteran disebut juga adhesive capsulitis, adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kekakuan dan nyeri di sendi bahu. Gejala ini umumnya muncul bertahap, dan hilang timbul selama bertahun-tahun. Seiring memburuknya gejala, kerap kali penderita mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari, seperti berkendara, berpakaian, merogoh kantong, bahkan saat tidurpun terkadang nyeri masih dirasakan.

Frozen shoulder terjadi akibat pembentukan jaringan parut, sehingga kapsul sendi menebal dan menempel di sekitar sendi bahu. Akibatnya, terjadilah kekakuan dan pembatasan gerak.Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena frozen shoulder antara lain usia di atas 40 tahun, perempuan, penyakit sistemik seperti diabetes atau gangguan tiroid, dan kondisi-kondisi medis lain yang menghambat pergerakan sendi, misalnya pada pemulihan setelah operasi, stroke, atau cedera sendi bahu yang tidak ditangani secara tepat.

Frozen shoulder sendiri terbagi dalam 3 fase. Pada fase pertama (freezing stage), bahu terasa nyeri dan pergerakan bahu mulai terbatas, selama 2-9 bulan. Pada tahap kedua (frozen stage), bahu semakin terasa kaku, namun nyeri dirasa berkurang. Fase kedua ini berlangsung selama 4 bulan sampai dengan 1 tahun. Tahap terakhir (thawing stage) ditandai dengan perbaikan gejala, umumnya pada 1-3 tahun. Jika anda atau kerabat anda mengalami keluhan seperti di atas, untuk pertolongan pertama di rumah, anda dapat menggunakan kompres dingin pada sendi bahu yang nyeri selama 15 menit, beberapa kali sehari. Selain itu, tetaplah latih pergerakan sendi bahu ke semua arah secara perlahan. Walau demikian, tindakan yang paling tepat adalah tetap mengkonsultasikan kondisi anda ke dokter orthopaedi. Dokter akan menilai rentang pergerakan aktif maupun pasif dari sendi bahu anda, dan jika diperlukan juga akan disarankan pemeriksaan tambahan seperti rontgen atau MRI untuk melihat secara lebih jelas kondisi yang mendasarinya.

Bagi mereka yang terdiagnosis frozen shoulder, penanganan umumnya dilakukan dengan latihan gerak melalui fisioterapi. Selain itu mungkin juga akan diberikan obat antiradang dan pereda nyeri untuk tujuan kenyamanan. Akupuntur dan stimulasi elektrik juga dapat dipertimbangkan pada beberapa kasus. Bila kondisi yang dialami cukup berat, dokter mungkin juga akan melakukan manipulasi bahu dengan bius umum, atau tindakan operasi untuk melepaskan ‘perlengketan’ yang terjadi di sendi bahu. Walaupun demikian, mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Agar terhindar dari frozen shoulder, rutinlah lakukan peregangan bahu secara perlahan, terutama setelah operasi atau cedera bahu. Selain itu juga lakukalah latihan fisik rutin dan jangan remehkan keluhan di sekitar bahu anda ya!

Case Report